DMZ Music Studio Present:
DMZ LABEL LAUNCHING COMPILATION ALBUM 2012
"SIBLINGISM''
Saturday, March 17, 2012
@ Gedung UBHARA Indoor
... Jl. A. Yani 114 Surabaya
#Special Perform:
-DEVADATA (Surabaya HardCore)
-BABEL (Surabaya Thrash MetalCore)
#Support Perform:
-PEPLOOP BUMPER (Surabaya Pop Melodic)
-VALIUM (Surabaya DeathCore)
-CANDIDCRASH (Sidoarjo Pop Punk)
-PILGRIM (Surabaya Melodic DeathMetal)
-SEKAR MAYAT (Sidoarjo BlackMetal)
-MEMBER OF HELL (Surabaya MetalCore)
-STIGMATHOID (Surabaya BlackMetal)
-ANTRAX ASSHOLE (Surabaya MetalCore)
#With Artist Compilation :
-AMERTA Feat.AYU (Surabaya GhoticScream)
-BOIKOT (Surabaya Metal HardCore)
-DISCRIMED (Surabaya BrutalDeath)
-NEMATODA (Surabaya MetalCore)
-TOXIC POWER (Surabaya DeathCore)
-BURNING BRAIN (Surabaya MetalCore)
-MISS MOMENT SUNRISE (Surabaya DeathCore)
-LIQOUR (Surabaya MetalCore)
-SIN UNFORGOTTEN (Malang DeathMetal)
-PRINCE BANANA (Surabaya MetalCore)
-FOLDERS (Surabaya DeathCore)
-GODBLESS YOU (Surabaya DeathCore)
-DEVILISH (Surabaya DeathMetal)
#Also Perform:
-DYSCRASIA
-THE FETUS MURDER
-BLOOD UNRIGTEUS
-DARK MOON
-BAD ELEVEN
-SHEEPHILIS
-AFTER TONE OF GOD
-BELIAL
-SEIZURE ATTACK
-RED ONION
HTM: Rp20.000 [FREE CD COMPILATION]
Ticket Presale: Rp17.500 [FREE CD COMPILATION]
(Berlaku sampai tgl 6 Maret)
Ticket order at DMZ Music Studio Jl. Dukuh Kupang Barat 28 no 15
T-SHIRT EVENT: Rp65.000
'dan masih banyak merchandise lainya yang akan beredar'
Info:
-083879176661
-087753103347
SUPPORTED BY:
-UKM UBHARA
-DMZ STUDIO
-SW PRODUCTION
-MONBI CLOTH
-DAS ROCK MERCHANDISE
-NO LABEL
-MOYO INSIDE
-BRO RSCH
-MORTALIUM MECRH
-BLACKZ86 ART
-SURABAYA EXTREME METAL (S.E.M)
-SIDOARJO METAL SCANE (S.M.S)
-MALANG DEATH METAL FORCE (M.D.M.F)
-COMMUNITY OF CONTEMPORARY (C.O.C)
-MUSISI TEPI UTARA SURABAYA (MUTERS)
-BRUTAL IDIOT FAMILY (B.I.F)
-TP PHOGRAF
MEDIA PATNER:
-FRONT PEMBELA METAL (F.P.M)
-SURABAYA BISING.COM
"bukan hanya sekedar event semata melainkan launching album kompilasi, soo datang support beli tiketnya sudah bisa mengantongi Free CDnya"
prima ditya
Rabu, 29 Februari 2012
Rabu, 25 Januari 2012
Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negaratersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Senin, 17 Oktober 2011
Sparkling Surabaya
Pemkot Surabaya Luncurkan "Sparkling Surabaya
Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program "Sparkling Surabaya" sebagai upaya mempromosikan tempat-tempat wisata di Surabaya dan sekaligus meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan.
"Dengan diluncurkannya 'Sparkling Surabaya', kami berharap Surabaya bisa menjadi tempat jujugan dan kunjungan bagi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota surabaya Wiwiek Widayati saat peluncuran "Sparkling Surabaya" di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu.
Peluncuran tersebut juga ditandai dengan aksi penempelan stiker "Sparkling Surabaya" pada 20 bus milik Perum Damri jurusan Juanda-Purabaya dan Juanda-Perak.
Menurut Wiwiek, peluncuran program "Sparkling Surabaya merupakan salah satu kegiatan pencitraan agar Kota Pahlawan makin dikenal dunia pariwisatanya. "Surabaya memang tidak dikenal dengan wisata alam seperti yang dimiliki kabupaten/kota lain. Tetapi pemkot ingin menciptakan wisata lain yang tak kalah menarik," ujarnya.
Adapun wisata yang dimaksud di antaranya adalah wisata belanja, religi, budaya dan kuliner. Untuk wisata belanja, Surabaya merupakan pusatnya di Jawa Timur karena memiliki banyak mal dan pertokoan yang super-lengkap. Sedangkan di wisata religi, Surabaya memiliki masjid dan makam Sunan Ampel.
"Begitu juga wisata kuliner, Surabaya telah dikenal memiliki banyak pilihan makanan," ujarnya.
Untuk menunjang pencitraan itu, lanjut dia, nantinya kita akan menggelar serangkaian even atau kegiatan sepanjang tahun 2011 yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Even tersebut misalnya gebyar wisata Kali Mas di bulan Maret nanti, Simpang Festival (April), pasar malam Tjap Toenjoengan dan parade budaya, pawai bunga (Mei), festival rujak uleg, festival perahu layar (Juni), festival laying-layang hias, karapan sapi (Juli) serta festival bulan pernama (September).
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui Surabaya tidak memiliki wisata alam yang cukup bisa diandalkan. Namun ia meyakini Surabaya tetap bisa menjadi kota tujuan wisata.
"Saya berharap di Surabaya ada 'green map' tentang kawasan yang punya nilai sejarah. Ini bisa dijadikan tempat jujugan wisata,” ungkap Risma.
Ia juga menelurkan ide agar ada kesepakatan antara pemkot dengan para pelaku perdagangan. Intinya ada kerja sama tentang tempat-tempat perdagangan yang memiliki spesifikasi tertentu yang bisa dijadikan tempat wisata baru. "Itu bisa dijual," cetus mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program "Sparkling Surabaya" sebagai upaya mempromosikan tempat-tempat wisata di Surabaya dan sekaligus meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan.
"Dengan diluncurkannya 'Sparkling Surabaya', kami berharap Surabaya bisa menjadi tempat jujugan dan kunjungan bagi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota surabaya Wiwiek Widayati saat peluncuran "Sparkling Surabaya" di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu.
Peluncuran tersebut juga ditandai dengan aksi penempelan stiker "Sparkling Surabaya" pada 20 bus milik Perum Damri jurusan Juanda-Purabaya dan Juanda-Perak.
Menurut Wiwiek, peluncuran program "Sparkling Surabaya merupakan salah satu kegiatan pencitraan agar Kota Pahlawan makin dikenal dunia pariwisatanya. "Surabaya memang tidak dikenal dengan wisata alam seperti yang dimiliki kabupaten/kota lain. Tetapi pemkot ingin menciptakan wisata lain yang tak kalah menarik," ujarnya.
Adapun wisata yang dimaksud di antaranya adalah wisata belanja, religi, budaya dan kuliner. Untuk wisata belanja, Surabaya merupakan pusatnya di Jawa Timur karena memiliki banyak mal dan pertokoan yang super-lengkap. Sedangkan di wisata religi, Surabaya memiliki masjid dan makam Sunan Ampel.
"Begitu juga wisata kuliner, Surabaya telah dikenal memiliki banyak pilihan makanan," ujarnya.
Untuk menunjang pencitraan itu, lanjut dia, nantinya kita akan menggelar serangkaian even atau kegiatan sepanjang tahun 2011 yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Even tersebut misalnya gebyar wisata Kali Mas di bulan Maret nanti, Simpang Festival (April), pasar malam Tjap Toenjoengan dan parade budaya, pawai bunga (Mei), festival rujak uleg, festival perahu layar (Juni), festival laying-layang hias, karapan sapi (Juli) serta festival bulan pernama (September).
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui Surabaya tidak memiliki wisata alam yang cukup bisa diandalkan. Namun ia meyakini Surabaya tetap bisa menjadi kota tujuan wisata.
"Saya berharap di Surabaya ada 'green map' tentang kawasan yang punya nilai sejarah. Ini bisa dijadikan tempat jujugan wisata,” ungkap Risma.
Ia juga menelurkan ide agar ada kesepakatan antara pemkot dengan para pelaku perdagangan. Intinya ada kerja sama tentang tempat-tempat perdagangan yang memiliki spesifikasi tertentu yang bisa dijadikan tempat wisata baru. "Itu bisa dijual," cetus mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Langganan:
Postingan (Atom)